Tuesday, February 12, 2013

Aesthetic - 7 Macam Pemain Pasar Seni

Berkat kelas Estetika lagi, gue ada materi buat postingan baru. Thanks to Bu Embun. Oke, sebagai tindak lanjut dari artikel sebelumnya, maka terbitlah postingan ini deh ya. Kali ini yang kita bahas adalah bahwa  ternyata ada 7 Macam Pemain Pasar Seni. Materinya tetep kok berasal dari kuliah Estetika dari Bu Embun. Oke, mari kita bahas satu-satu.. 

(≧◡≦)

Oke, in no particular order , kita mulai 7 Macam Pemain Pasar Seni berdasarkan Adam Lindemann, Collecting Temporary, 2006 :

  • Seniman : Okelah ya, kalau pasar seni, tentunya produsennya adalah seniman. Tergantung seni apaan dulu nih. Kalo musik ya penyanyi, produser, komposer, instrumentalis, dan kawan-kawannya lah ya. Kalo seni rupa, misal lukis ya pelukis. Kalo patung ya pematung. Pahatan dan ukiran ya pemahat. Kalo barang craft ya perajin. Nah kalo seni menulis ya kea gue donk, penulis.. Hihihihi.. ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ
  • Kritikus Seni : Nah, ini nih katanya Bu Embun juga salah satu profesi yang oke nih. Seorang kritikus seni tugasnya adalah membangun kritik terhadap suatu karya seni. Suatu karya seni bisa naik atau turun harganya berkat kritikus seni juga. Diceritain deh sama Bu Embun kalo ada lukisan dari pelukis Jogja yang harganya 5 juta, setelah diapresiasi sama kritikus harganya jadi milyaran. Wauwww.. (。♥‿♥。) tapiii, untuk jadi kritikus seni juga harus ada kompetensinya donk ya. Dia harus bisa mengapresiasi dengan baik, paham tentang karya seni juga. Nggak lucu lah kalo kritik seni nya asal-asalan kea apresiasi gue terhadap monalisa yang kemaren ituh.. hihihihih
  • Art Dealer (Pedagang Seni) : Nah ini pedagangnya. Bisa juga merangkap sebagai senimannya, bisa juga diserahkan pada orang lain. Kea pengelola galeri gitu, mereka kan jualan lukisan yang dilukis pelukis kan. Jadi mereka dapet untung dari penjualan karya seni juga, karena berjasa dalam memasarkan karya seni gituuh.
  • Konsultan Seni : Nah, kalo ada konsultan hukum, politik, budaya dan kawan-kawan, maka ada pula Konsultan Seni. Sama lah ya intinya kerjaan mereka sama konsultan-konsultan lain. Cuman ranah mereka adalah bidang seni. Bingung mau beli karya seni ? Mau berkarya yang sesuai dengan jaman tapi bingung mau karya apa ? Bingung juga masalah harga ? Konsultan seni tempatnya... ..... Eh tapi bener gitu nggak sih ? Bingung sendiri gue ƪ(‾ε‾“)ʃ
  • Kolektor : Tanpa kolektor, siapa yang mau beli karya seni coba ? Tentu pasar seni targetnya adalah mereka. Bisa pula para kolektor ini beli karya seni buat gaya-gayaan, emang menikmati karya seni, ataupun buat ntar dijual ulang lagi kalo mau bangkrut.. ƪ(‾ε‾“)ʃ Kolektor seni juga nongkrongnya biasanya di galeri seni, yah sama lah kalo kasusnya tante-tante kaya gaulnya juga di mall.. ƪ(‾ε‾“)ʃ
  • Pakar Rumah Lelang : Ini bisa juga merangkap jadi pemiliknya, atau juga bisa sebagai tukang promosi rumah lelang. Kalo penjelasannya Bu Embun sih, bisa juga dalam rumah lelang ada intrik gituu, ada seseorang menawar harga mahal, padahal dia itu komplotannya si pelelang. terblow up lah ya para peserta lelang.. "Ih barang begituan kok ada yang mau beli sih, mahal pula.. beneran nggak sih barang gituan bagus ? Ikutan ah.. " Nah, hal inilah yang salah satunya diharapkan dari seorang pakar rumah lelang.. tapi bener nggak sih gue, jangan-jangan salah (‾ε‾“)
  • Pakar Museum : kali ini bicara museum atau galerinya. Bisa direktur museumnya, atau sebagai kurator. Jadi ini mereka kerjaannya di dalam museum atau galeri. Mereka mengelola museum dan galeri biar para pengunjung dan kolektor betah donk lama-lama disana, apalagi sampe mau beli.
Nah, bagaimana ? Tertarik berkecimpung di pasar seni ? 
Untuk lebih jelasnya, silahkan googling sendiri yah.. Ohohoho.. Maklum deh saya juga barusan tau ada profesi-profesi unik kea gini..
Jadi, gimana-gimana ?

Written by :
Kumara Ranudihardjo
At UI central library
Working on his blog
12022013-17:05

No comments:

Post a Comment